No Comments
Kau kekasih?
.
Sebelumnya, aku meraih suka lewat senyummu yg lepas ketika angin sepoi siang menggoyang ilalang. Tapi, itu tak seterusnya. Belakangan kau muram krena lekuk bumi tak datar, angin murka jadi topan. Aku ilusi lagi. Kau kulirik dari jendela malam, mengintip lewat celah jejaring, menerawang lewat kabel. Kau tersenyum bukan untukku. Apa kau kekasih? Senyummu masih menyungging.
Absen di pagi
.
Ingin bertemu pagi, berjalan terus di trotoar-trotoar kelam. Saat fajar terbit, aku tenggelam. Terima kasih kantuk, tak temukan aku. Sial untuk siang, panasmu menyengat. Tapi, anginmu indah. Membuat tarian ilalang disabana sana.
Aek Kanopan, Februari 2011
Mimpilah
.
Mulai, ikutin suaramu agar dalam. Biar lembut dibelai malam, senang karena menang, riang bukan berang.
Ayo, hentakkan ide. Membaca bintang, memeluk angin, menghitung sinar.
Angankan memanjat langit.
Aek kanopan, 8 februari 2011
Retorika cinta
.
Aku menyanjungmu lembut, menyapamu halus, membisikimu dengan ceritacerita esok, bukan lalu. Yang penting, aku terus berkhayal. Mungkin sampai kau tau, aku memendam segelintir asa agar kau menjadi belahan jiwa.
sri bilah utama, 29 januari 2011
Bunuh diri
.
Sampai dini hari, mata melotot. Fisik semakin dekat kematian. Lalu, saat fajar nanti aku melatih raga agar sehat. Padahal itu melatih rapuh. Reboisasi raga tak rutin, meradang ke jiwa. Pusing menetap dalam kegiatan. Apa jadinya aku? Menusuk belati di dada atau minum racun serangga itu lebih baik.
Aek kanopan, 30 januari 2011
Puisi Cinta
.
lalu, aku menjulukimu kekasih hayal. Karena nyata tak mampu menyapa rasa, terbenam indah. lalu kita menggenggam ribuan perasaan. Lalu bungkam dengan tatapan sayang diantara rintik masalah. setelah hari itu, aku tak menemukan senyummu. Kau menoleh sangar karena paksaan juragan.
aek kanopan, 30 januari 2011
Tanda
.


