Mengintai Sosok


.

Menggelayut lalu hanyut dalam metafora rasa. Tertegun sosok idealis yang bersemayam lembut dalam kalbu. Aku tetap memanjat agar lebih luas mengintai kepribadianmu. Tapi cahaya menyilaukan rangsangan syaraf. Terlihat putih ketika itu sampai sekarang, ntah esok dan lusa karena aku tak menerkanerka.

Sri bilah utama, 22 November 2010

Senja di St. Membang muda


.

Karena semalaman aku bercengkrama dengan kebisuan, sesaat itu kita bertemu. Hempasan daun pintu pun tak terelakkan di samping dipan rumahmu. Aku kau suguhkan kopi sachset lalu teronggok melawan sepi.
Esoknya, semenjak sadar dalam kegalauan malam, aku tak menemukan sepenggal katakatamu dibalik s...elular ini. Hingga terburai ilalang layu di jeruji papan.

Lalu berbahasa santun dengan tarian jemari, aku menghantarkan luka santun dari balasan surat elektronikmu.
Sesaat aku di stasiun kereta membang muda senja ini.

Aek kanopan - St. Membang Muda, 22 November 2010

Mantra untukmu


.

Kan ku bacakan mantramantra dan menabur dupa dipanggangan bara agar kau senang malam ini. Lalu kupanjatkan doadoa biar kau kekal di alam sana. Berjibaku dengan dingin. Lalu guyonan katakata kemarin kau masukkan dalam peti ingatan, dan kau bungkus dengan ariari yg enggan tersayat belati.

Aek kanopan, November 2010

*Sumut pos 30 oktober 2011

 

 

Aku dan Mimpi


.

Menyeruput amarah fajar, lalu terhibur gurauan badan. Aku ternyenyak dongeng yang kau bacakan sebelum tidur, dengan gurau, senyum, cengkok merdumu lalu aku tertidur dan mimpi bersamamu mengayuh sampan dilaut asmara. Kita mendikte alam perasaan lalu memandikannya dengan bunga asa, membelai kasur agar empuk... selamanya mengalasi mimpi. Terjaga tidurku ketika embun menghujani maya, bangun lalu melanjuti mimpi-mimpi yang masih denganmu. Basah dengan adonan asa yang tak masak menjadi rasa. Namun tetap saja malam menghadiahiku mimpi itu. Lalu, kau bersahaja di seberang nusa sana saat aku meneriakimu lewat selular itu. Sebenarnya ingin kukatakan saat itu tentang gulana dan mimpi yang menyerangku belakangan, lalu karena agresi asmara itu aku tertembak peluru cinta. Aku masih ternyenyak ketika kita tetap dekat sebagaimana karib.

Medan, November 2010

Wajah wanita


.

kau membingkai luka dengan kereta usang dan memercikkan air ke raut wajah lalu bersujud dihadapan-Nya. dan aku kagum. itu saja tentangmu, tak lebih.

Medan, November 2010

Rotasi duka


.

Ketika itu, kau menjenguk kesendirian lalu menetap dengan jengah sampai prestasi tak menoleh sapaan halus kita. Ini dogma dari keseragaman peradilan alam, enggan bermediasi waktu, detik jam marathon sampai lelah mengitari angka, berhenti saat status quo. Genting tak beraturan mengantri diloket peradaban. Men...erobos jalur sepi, kembali menjenguk kesendirian hingga bosan pramuniaga menjajakan buah tangan. Dan terdiam saat abaaba telah tiada saat menginjak pintu awal. Berteriak dan hening, berotasi lagi dengan ufuk keheningan.

Medan, November 2010

Pernyataan sedih


.

Namun lelah acapkali bersanding keterbatasan. bertiarap keadaan luka. Merayap tiada kata, lalu lalang di belantara kesedihan. Aku masih lelah pada senang acap kali digoreng kelakarkelakar sampai renyah, dan menangis dalam bantingan gigi. Menjerit sedih hingga memutar syaraf hingga pusing. Inilah situasi... perihal aku yang selalu; tersenyum.

Medan, November 2010