No Comments
Retorika cinta
.
Aku menyanjungmu lembut, menyapamu halus, membisikimu dengan ceritacerita esok, bukan lalu. Yang penting, aku terus berkhayal. Mungkin sampai kau tau, aku memendam segelintir asa agar kau menjadi belahan jiwa.
Bunuh diri
.
Sampai dini hari, mata melotot. Fisik semakin dekat kematian. Lalu, saat fajar nanti aku melatih raga agar sehat. Padahal itu melatih rapuh. Reboisasi raga tak rutin, meradang ke jiwa. Pusing menetap dalam kegiatan. Apa jadinya aku? Menusuk belati di dada atau minum racun serangga itu lebih baik.
Aek kanopan, 30 januari 2011
Puisi Cinta
.
lalu, aku menjulukimu kekasih hayal. Karena nyata tak mampu menyapa rasa, terbenam indah. lalu kita menggenggam ribuan perasaan. Lalu bungkam dengan tatapan sayang diantara rintik masalah. setelah hari itu, aku tak menemukan senyummu. Kau menoleh sangar karena paksaan juragan.
aek kanopan, 30 januari 2011
Tanda
.
Membisukan rasa, itu pilihan keadaan. Sedangkan kau lebih bisu ketika aku menyandikan rasa yg kubisukan. Kau anggap Aku biasa? Aku tak biasa. Biasanya Aku biasa-biasa saja agar kau terbiasa. Kapan Kau tau? Sedang Aku berkutat pada segan, takut, malu dan kau tak pernah tau. Jika kau tau, jangan empati. Sampai sekarang Aku tak tersapa. Memohon pada malam, ini mercusuar rasa agar berkedip didepan matanya.
Aek kanopan, 31 januari 2011
Malam
.
Biasanya, aku dijuluki "penari malam". Tp, sekarang memanggil malam untuk menari di dalam hitam.
Aek kanopan, 2 february 2011
Maklumat diri
.
Saat ini juga, aku kembali hidup pada negeri. Tapi, bukan para bedebah. Aku bergeming menikmati mati di negeri sendiri
Aek kanopan, 4 februari 2011
Hanya mimpi
.


