;Untuk


.

Untuk semua hal, sepi adalah penyayat hati, penyebab luka dan segala kekeliruan duka. Terkadang, ada hal tentang jiwa yang tak terperi sakitnya.
Untuk sebuah mimpi, ajak aku berkelana jauh dalam relung waktumu, ajak aku menyusuri labirin kehidupan setelah ini agar aku membaca gelagat, ajak aku menapaki jejak-jejak akan datang, ajak aku memasuki alam pikirannya. Semua untuk asa yang kecemplung dalam waduk lalu.
Medan, September 2011
 

Saatnya berkata


.

Semua mata, hati dan pikiran kembali pada bayang-bayang semu. Dan saat inilah, lisan akan berkata jujur, tentang semua hal yang tak berdalih, tentang hati yang tlah menepi, tentang asa yang memuncah.
Medan, September 2011

Menunggu luluh


.

Lidah terkadang kaku untuk sebuah lisan yang tak berujung itu. Lebih baik membeku dan menanti panas sampai mencairkannya, lalu aku tak ragu.
Aek kanopan, September 2011

Tak kuat


.

Lalu, Dinding-dinding khayal itu rapuh di terjang angin yang menyisir dari deburan masa.
 Aek kanopan, September 2011

Penikmat hidup


.

kawan, aku tak sanggup melihat ujung kehidupan.
karena aku hanya penikmat hidup.
ajak aku berkenalan dengan waktu.
 Aek kanopan, September 2011

Marah asa


.

Dan ketika khayal tak bersemi karena impi cendrung lari, tinggal asa yang berkecamuk histeris. Namun, problematika acap kali telat menjelma jadi riang.
Medan, September 2010

Hisab (perhitungan)


.

Masih terdiam sepi, karena bulan tak hadir di ufuk. Yang lain ber astronomi dengan campuran hitung-hitungan; berbeda.
Aek kanopan, Agustus 2011