Masalah


.

mulai menggali waduk pertengkaran, hingga dalam tak berjejak. lalu, mempelototinya dari atas dan menerawang dasarnya, melompat karena penasaran, tenggelam tak berperasaan, berenang menyelamatkan hati, dan akhirnya naik dengan segala kemenangan masalah yang terabaikan.

Tentang hujan


.

aku masih ragu, ketika awan menjejali matahari agar menangis lalu membasahi buana yang meneruskan tangisnya menjadi asin disamudera sana.
inikah suratan alam?
tega nian awan. padahal langit tlah memutihkan raganya, tetapi tetap saja hitamnya menyala.
inikah peradaban usang?
komet tlah berlari melukis angkasa menjadi garis
horizontal, kadang vertikal dengan kuas roketnya.

ironi hidup


.

diam, menangis, tertawa, berkelakar tiada henti.
saling mengejar, berlari, hingga terjatuh saling menimpali, dengan paradoksnya, degan sedu sedannya, dengan terkekeh-kekehnya. padahal satu diantaranya punya kuasa untuk menabuh genderang tak saling menggubris.

Kelabu


.

bukan hanya itu, sekelumit rasa menjadi segerombolan asa bernaung hingga berpesta pora dengan panggangan-panggangan emosi karena kau tak mengganjalku dengan pasal-pasal hingga aku terbebas dari tuntutan perasaan yang memvonisku mati. asa tak pergi juga, ketika petugas satuan pamong menggusurnya untuk kesekian kalinya. padahal atap-atap mereka tlah rubuh diterjang.

tentang ragu


.

aku masih ragu, ketika awan menjejali matahari agar menangis lalu membasahi buana yang meneruskan tangisnya menjadi asin disamudera sana.
inikah suratan alam?
tega nian awan. padahal langit tlah memutihkan raganya, tetapi tetap saja hitamnya menyala.
inikah peradaban usang?
komet tlah berlari melukis angkasa menjadi garis horizontal, kadang vertikal dengan kuas roketnya.

Minta maaf


.

Ini, aku hadiahkan kepadamu sekuntum mawar agar kau tak mencium bau busuk kala lewat menelusuri labirin hatiku. aku akan menyelam di waduk introfeksi diri agar aku bisa bersih dari busuknya pikiran. dan aku juga akan berwudhu agar rona wajahku tak sebengis penikam malam.

Grogi


.

padahal, takaran imajinasi tlah sesuai dengan gelas dunia. ironinya, kegagapan lebih sering bernaung dalam tong pikiran dan membangun megah gedung penginapannya dengan arsitektur minimalis, sampai rubuh pondasi keyakinan karena hutan perasaan telah gundul tanpa reboisasi.