No Comments
Aku tetap aku
.
Aku bukan malam yang mengganggu kelam, Aku bukan pagi yang mentertawakan pesugihan, Aku bukan siang yang mensialkan periang, Aku bukan sore yang meneriaki hore.
Maghrib
.
Menepi sunyi sejak bercokolnya surya diperaduan sampai tenggelam dibarat sebagai kiblat sujudku.
Embun pun menyusul dingin, nur jingga hadir di senja, adzan siap menggema menyusul bahana bedug.
Medan, 21 Januari 2011.
Cerita malam dan kopi
.
lembut, seperti belaian malam dengan sepoinya hembusan dingin.
mendekap bulan, memangku bintang, menyium kenikmatan.
tanpa gontai, berjalan lurus menyusuri kenangan hari bersama lekuk cangkir bervolume pekat bukan malam saat malam.
ini bukan cerita esok untuk kesendirian. menggali sumur kehidupan.
Medan, 12 januari 2011
Dialog mata
.
Aku tlah bertopang dagu di jajaran meja ini semenjak lalu. Namun, prahara terabai karena matamu tak berkedip menatap kosong, mengawinkan lima pasang jari, lalu memerahkan rona.
Hingga tumpukan gelas kotor disapu buih, kau masih begitu.
Medan, 11 januari 2011
Politik hari
.
Izinkan aku memprovokasi malam untuk riang lalu menginterpensi pagi agar telat datang, selanjutnya meneduh hujan agar hangat dan menjewer matahari agar bintang memantulkan cahaya.
Medan, 10 januari 2011
Jenuh Penjaja Hari
.
Sesungguhnya, aku ingin berhenti melayani malam dan menjemput pagi lalu mengantarnya ke petang berikut menggeser kelabu agar bintang benderang kala malam.
Namun, pagelaran gejolak alam berniaga di gelora memamerkan laba suka Sampai sekarang.
Aek kanopan, 1 januari 2011
Kecewa
.


