Tarian untukmu


.

Aku ingin menguraikan tarian dengan gemulai untukmu, lalu berfantasi dengan uraian kata-kata dan bernafas dengan lihainya memparadekan kalimat agar hatimu berdansa sendu ; tapi riang.
Inginku terbahak-bahak sampai sadar ada genderang dengan tabuhan terpingkal-pingkal.
Aek kanopan, Agustus 2011

Masih gagal


.

semua tak berhasil merengkuh malam. Kecuali aku dengan sepi menggandeng malam. Tapi, masih saja tak sanggup mengawinkannya dengan pagi, apalagi siang. Aku gagal.

Aek kanopan, Juli 2011

Menangguhkan diri


.

Aku lebih memilih jalan yang berkelok, karena jalan lurus tak pernah jauh.
Dan senja akan mengajarkan tentang terpeleset, terseok, lalu bangkit dengan segala kekuatan sampai mampu membangun dinasti setangguh baja.

Aek kanopan, Juli 2011

Jangan paksa


.

Untuk semua kekeliruan, biarkan aku berjalan bersama hening dan berlari ketika ramai; jangan dikte aku. Keterpaksaan hanya berujung duka bagi kita yang terpaksa.
 Medan, Juli 2011

Izinkan berujar cinta


.

Jejeran kalimat dalam lantunan komentar di Tatap muka itu memaksa untuk menghantarkan senyum duka, karena Jarak semakin menyiksa. Izinkan aku berucap cinta untuk sekali saja.

Medan, Juli 2011

Bermasalah


.

Aku punya kesalahan fatal kawan, "Bermasalah dengan masalah yang semakin salah kalau dipermasalahkan."
Semoga kedipan mata, degupan jantung, hirupan nafas tak punya masalah.

Medan, Juli 2011

Asa kuat


.

Kita tak pernah seindah mawar saat mekar, kenapa kita tak setia seperti siang dengan terang, malam dengan hitam, merah dengan darah, air dengan cair?
Kerikil-kerikil hulu membeton tanpa pasir, itu tak liat. Ajarkan aku menyapu badai tanpa tangis.
Medan, Juli 2011