masih kotor
.
Aku masih bersahutan dengan diam, karena paraunya hidup tak tergenggam. Jangan sentuh aku dengan posesif. Aku belum mampu mengangkangi amal; masih kotor.
Medan, Juni 2011
Pacarku; MALAM
.
ternyata malam berisyarat lembut. bercerita lewat kelam, sesekali dengan embunnya mengelus lembut. aku hanyut dengan buaian malam.
Medan, Juni 2011
Waktu
.
Beginilah waktu. Terlalu cepat ketika kita tak inginkan kehadirannya. Tapi, terlalu lama ketika kita menginginkannya. Ada apa dengan waktu?
Terlalu arogan untuk sebuah kadar. Sebuah saat yang tak bersiasat. Padahal metamorfosis juga butuh tahap. Tapi, waktu tidak.
Medan, Juni 2011
Melepas Mati Muda
.
Semua keinginanku untuk MATI MUDA harus di simpan dulu. Sekarang Aku berusaha mengubah Indonesia dengan tulisan, dengan visual dan apapun itu.
Karena Aku bukan "PECUN-DANG", meninggalkan masalah dengan masalah. Aku masih ingin berjalan di bawah terik, mengais tumpukan sampah lalu menulisnya dengan tatapan lapar. Dari sisa-sisa rezeki, Kubangun pondasi penerus bangsa, biar tak rapuh dimakan rayap-rayap korupsi. Tulisan-tulisan adalah mimpi dan citaku.
Medan, Mei 2011
Testimoni hari
.
Testimoni pagi :
Aku terkubur luka kemarin. Masih membekas, tetes lilin yg kau curahkan sore itu.
Testimoni siang :
sampai-sampai, peluh pun kau santap sebagai penawar anomali cuaca; guntur terbahak-bahak sampai meludah hujan.
Medan, Mei 2011
Karena sepi
.


