Tanya siapa


.

Bukan sesiapa, Aku dusta kala itu. Tentang blantika cinta, sekedar bahasa sayang (padahal berang) kemudian diserang dan tumbang.
Aku siapa?
Kemarin berkhayal mengucap cinta, padahal di imla. Lambat menggertak rasa, lalu diteror suka. Seterusnya dipapah duka. Mustahil ada asa, tanpa doa. Dan kita semua bukan sesiapa.
 Aekkanopan, februari 2011

Belum jelas


.

Dan kita tak menjadi berang dihadang palang. Tapi itu tak menjadi senyum, malah binasakan mata. Pangling, kita bukan bedebah masa, tapi pesulap rasa. Kita jauh mendaki, tapi dipusaran kaki. Kita tak berani menanjak, malah bershymponi sambil perosotan dikali lalu kecemplung dan bersiap dicaci. Terus siuman, "ada dimana kita?"

Aek kanopan, february 2011

Panas siang


.

Apa kabar siang?
Kau tak selembut lalu, sekarang kau menerkam dengan sengatan senjatamu (matahari). Anak kecil sunyi berlarian diberanda, atap berasap uap. Petua tangga berpeluh hendak menjaringmu. 
 Aekkanopan, februari 2011

Galau


.

Selanjutnya, ada malam yg menderma keromantisan dan ada juga siang yg menyumbang kepasifan. Ujungnya, teriak lalu menghujat Tuhan karena cinta tak berjalan adanya.
 Aekkanopan, februari 2011

Tanda malam


.

Saat ini,
ada bulan, ada bintang, awan hitam, suara menggema, terus kelam, lalu kalong terbang. Di kamar, semua pejam.
Aek kanopan, februari 2011

Siang gerah


.

Siang ini tak selembut kemarin. Ketika kita bersila di rerumputan lalu tertutup ilalang jalang. Aku masih sangar, dan siang berubah macan hari.
 Aekkanopan, februari 2011

Cupang


.

Tubuhmu penuh lebam merah bekas meriam lembut yg disasarkan tepat di leher jenjangmu. Saat itu juga kau tersipu.

Aek kanopan, 20 februari 2011